Manajemen Proyek, Realita Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Sektor Mega Proyek dan Sektor UKM di Indonesia

    Sebuah proyek bersifat sementara karena memiliki awal dan akhir waktu yang jelas, dan karenanya menentukan lingkup dan sumber daya. Dan sebuah proyek adalah unik karena itu bukan operasi rutin, tetapi serangkaian operasi khusus yang dirancang untuk mencapai tujuan tunggal. Jadi tim proyek sering kali melibatkan orang-orang yang biasanya tidak bekerja bersama - kadang-kadang dari organisasi yang berbeda dan dari berbagai wilayah. Pengembangan perangkat lunak untuk proses bisnis yang lebih baik, pembangunan gedung atau jembatan, upaya bantuan setelah bencana alam, perluasan penjualan ke pasar geografis baru - semuanya adalah proyek. Dan semua harus dikelola secara ahli untuk memberikan hasil yang tepat waktu, sesuai anggaran, pembelajaran dan integrasi yang dibutuhkan organisasi. 

    Secara kolektif, manajemen proyek​ adalah suatu pendekatan/metode untuk​ mengelola suatu proyek dengan efektif dan efisien. Sistem ini hadir sebagai perangkat untuk membantu mengelola kegiatan-kegiatan berbentuk proyek, misalnya proyek konstruksi. Tanpanya, suatu proyek akan sulit dieksekusi baik dari segi biaya, waktu, atau bahkan kualitasnya.

Tujuan Manajemen Proyek

Menyelesaikan tepat waktu

Pada manajemen waktu, ditentukan linimasa yang berisi kapan suatu kegiatan harus dimulai dan kapan harus selesai. Dengan adanya hal tersebut, proyek akan selalu dimonitor supaya dapat selesai dalam waktu yang telah ditentukan. Pengawasan seperti ini melancarkan pengerjaan proyek.

Menjaga anggaran

Anggaran merupakan salah satu aspek yang dikaji dalam manajemen ini. Dengan pengkajian tersebut, akan dicari jumlah anggaran seminimal mungkin, tetapi masih dapat menunjang tercapainya kriteria proyek yang telah ditentukan di awal (efektif dan efisien).

Menjaga kualitas

Sebagaimana telah disinggung pada poin sebelumnya, kriteria proyek yang ditentukan di awal harus tercapai. Artinya, manajemen proyek juga membuat standar kualitas dari suatu proyek sehingga ia tidak dikerjakan secara seenaknya saja.

Melancarkan proyek

Pada akhirnya, proyek yang ideal adalah proyek yang selesai sesuai dengan perencanaan awal, baik dari segi waktu, anggaran, maupun kualitas. Manajemen ini membantu pengerjaan proyek supaya selesai dengan lancar sesuai dengan rencana awal.

Sasaran manajemen proyek​ adalah sebagai berikut:​

  1. Menyelesaikan dan mengembangkan proyek sesuai dengan anggaran biaya dan tenggat waktu yang telah ditentukan sekaligus dalam kualitas/spesifikasi sesuai dengan yang telah disepakati di awal.
  2. Meningkatkan nama baik pelaksana proyek berdasarkan kualitas hasil proyek.
  3. Menciptakan suasana kerja kondusif untuk mendukung kelancaran aktivitas proyek. Hal ini meliputi ketersediaan keadaan, sarana-prasarana, dan keselamatan kerja.
  4. Menjaga keharmonisan antar pihak dalam proyek sehingga seluruh pihak terlibat akan memberikan yang terbaik untuk proyek yang sedang dijalankan.Tahapan Manajemen Proyek.
Tahapan Manajemen Proyek


Dalam manajemen proyek, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Menganalisis tahapan ini dilakukan agar proses manajemen proyek tepat guna dan tepat sasaran sesuai perencanaan. Berikut tahapannya:

  • Project Definition (Pendefinisian Proyek) – Mendefinisikan tujuan proyek dan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan agar proyek yang dilaksanakan tersebut berhasil dengan kualitas yang diinginkan.
  • Project Initiation (Inisialisasi Proyek) – Perencanaan awal terhadap sumber daya yang akan digunakan sebelum suatu proyek dimulai.
  • Project Planning (Perencanaan Proyek) – Menguraikan dengan jelas bagaimana sebuah proyek harus dijalankan. Pada project planning ini, akan terlihat dengan jelas pentingnya segitiga manajemen proyek yaitu waktu, biaya, dan ruang lingkup suatu proyek.
  • Project Execution (Pelaksanaan Proyek) – Melakukan pekerjaan agar proyek yang dimaksud tersebut berhasil sesuai dengan keinginan.
  • Project Monitoring & Control (Pemantauan dan Pengendalian Proyek) – Pengambilan langkah-langkah yang diperlukan sehingga pengoperasian proyek berjalan dengan lancar.
  • Project Closure (Penutupan Proyek) – Menerima hasil akhir dari proyek dan menghentikan semua penggunaan sumber daya.

Dampak Covid-19, Mana Saja Mega Proyek Pemerintah yang Tetap Jalan?

Pemerintah tengah mengevaluasi berbagai pengeluaran di tengah pandemi virus corona yang menyerang selama beberapa pekan terakhir. Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan, evaluasi itu akan menjadi pertimbangan daripada sejumlah proyek yang akan dilanjutkan atau ditunda oleh BUMN. BUMN akan me-review dengan cashflow seperti apa, tetapi tolong teman-teman direksi memastikan mana yang penting mana yang ditunda.

1. Proyek kereta cepat dipastikan tetap berjalan

Proyek pertama yang dipastikan tetap berlanjut adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung."Cuma pada saat ini karena kondisi partner kita negara Tiongkok, tentu tenaga kerja asing belum bisa masuk. Ada delay tapi proyek jalan," ujar Erick.

2. Mega proyek pembangkit listrik


Kedua adalah mega proyek pembangkit listrik 35.000 MegaWatt (MW) yang saat ini sedang dibahas PLN bersama DPR."Yang katanya mau dikasih diskon itu ya yang 450 volt ampere itu gratis dan 900 volt ampere itu dapat diskon sampai 65 persen," ujar Erick. Selain itu, kata Erick, BKPM telah menyelesaikan pemetaan kebutuhan industri akan listrik dan tak bisa ditunda.

3. Masih akan diajukan ke Kementerian Keuangan

Namun, Erick tidak merinci proyek BUMN mana saja yang ditunda. Ia enggan menunda banyak proyek karena khawatir akan tertinggal dari negara lain. Selain itu, terkait proyek yang dilanjutkan, Kementerian BUMN akan menyodorkan proposal ke Kementerian Keuangan."Kami bersama direksi juga ada black and white-nya yang kita ajukan kepada Menteri Keuangan. Sekarang Menteri Keuangan sedang fokus dengan para menteri ekonomi untuk memastikan stimulus ekonomi untuk menjaga supaya ekonomi tetap stabil. Kita akan persentasi sesudah dapat approval dari Menteri Keuangan karena kan ini semua kan ada yang namanya PMN," papar Erick.

Dampak Covid-19 Terhadap Sektor UKM di Indonesia

Pandemi virus Corona bukan hanya sekedar bencana kesehatan, virus yang dikenal sebagai Cobid-19 ini telah menimbulkan kekacauan di sektor ekonomi. Tidak hanya industri besar, pandemi virus Corona telah membuat pelaku UKM di Indonesia mulai gelisah. Terlebih baru-baru ini, sebuah studi menyebut jika Covid-19 akan membuat Indonesia mengalami penurunan persentase pertumbuhan ekonomi sebesar 0.1% di tahun 2020. Secara garis besar, berikut merupakan dampak nyata yang disebabkan Covid-19 terhadap sektor UKM di Indonesia.

Penurunan Aktivitas Jual-Beli

Anjuran social distancing demi menghindari penularan virus Corona yang lebih luas, sedikit banyak turut andil menurunkan aktivitas jual-beli di tengah masyarakat. Contohnya pelaku usaha warteg di Jakarta. Menurut ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni, virus Corona telah membuat omset pengusaha warteg di Indonesia, khususnya Jabodetabek mengalami penurunan hingga 50 persen. Namun beruntung, menurut penelitian yang dilakukan Center for Economic and Social Studies (CESS) dan The Center for Micro and Small Enterprise Dynamic (CEMSED), UKM di Indonesia tergolong unik karena selalu punya kemampuan untuk berkembang dan bertahan selama krisis. Hal ini terbukti dengan inisiatif para pengusaha warteg yang lebih memilih untuk tetap beroperasi, namun mengubah cara berjualan dengan hanya melayani pembelian kemasan (untuk dibawa pulang), tidak melayani pembelian makan di tempat.

Bahan Baku Sulit Didapat

Kebijakan social distancing yang dipilih pemerintah Indonesia, telah membuat aktivitas produksi terganggu. Beberapa perusahaan mengambil kebijakan Work From Home, beberapa lagi memutuskan untuk merumahkan karyawannya, hingga PHK massal. Menurut data terbaru Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, sebanyak 30.137 pekerja dilaporkan harus kehilangan pekerjaan karena PHK massal, sedangkan 132.2799 pekerja lainnya kehilangan penghasilan karena dirumahkan tanpa upah. Efek domino dari badai PHK dan pekerja yang dirumahkan telah membuat penurunan kapasitas produksi mengalami penurunan ekstrem. Mau tidak mau kondisi ini telah menyebabkan bahan baku produksi industri rumah tangga mengalami kelangkaan, atau mengalami kenaikan harga yang ekstrem. Misalnya sektor UKM pembuat kue dan roti yang dipusingkan dengan melambungnya harga telur dan gula pasir. Akibatnya, harga jual produk pun ikut dinaikkan. Pilihan ini tergolong beresiko, mengingat saat ini daya beli masyarakat sedang lesu.

Distribusi Terhambat

Pemerintah terus berupaya untuk memaksimalkan jalur distribusi ke seluruh Indonesia lewat pembangunan infrastruktur besar-besaran di Indonesia. Proyek tersebut bahkan sudah dimulai sejak Presiden Joko Widodo menjabat di periode pertama. Hasilnya cukup signifikan, jalur distribusi jadi lebih cepat, kesenjangan harga bisa dipangkas, dan laju perekonomian rakyat pun semakin kencang. Namun kini, Covid-19 telah ‘menghancurkan’ semua itu. Menurut data Asosiasi Tol Indonesia (ATI), lalu-lintas harian rata-rata (LHR) seluruh jalan tol di Indonesia mengalami penurunan antara 40-60 persen sejak awal Maret 2020. Penurunan ekstrim terjadi di wilayah Jabodetabek. Jika pada bulan Februari jumlah kendaraan yang melintas mencapai angka 3.19 juta kendaraan, di akhir Maret kemarin jumlah tersebut hanya tersisa 1.06 juta saja. Kondisi ini diperkirakan akan terus terjadi selama masa pandemi virus Corona. Terhentinya aktivitas distribusi tentu sangat merugikan pelaku bisnis UKM. Mereka kini kebingungan mencari cara mendistribusikan produk, terlebih bagi UKM yang sudah mulai memperluas jangkauan pasar hingga luar daerah, atau bahkan lintas pulau.

Penyedia Jasa Ikut Terpapar Dampak Covid-19

Tidak hanya UKM yang bergerak di sektor produksi rumahan, mereka yang bergerak di bidang jasa pun dilaporkan mengalami penurunan omset yang signifikan. Misalnya tukang cukur yang terpaksa harus kehilangan penghasilan akibat kebijakan social distancing. Mereka yang bekerja sebagai buruh harian lepas, seperti pegawai bangunan, makeup artis, pekerja wedding organizer, fotografer pernikahan, dan lainnya dilaporkan kesulitan mendapatkan penghasilan  karena sejumlah proyek terpaksa ditunda akibat pandemi virus Corona. Beruntung, pemerintah saat ini cukup berani mengambil kebijakan dengan tidak memberlakukan lockdown, sehingga beberapa UKM di daerah masih punya kesempatan untuk mencari cara agar tetap bisa ‘bertahan hidup’. Selain itu, ada beberapa kebijakan lainnya yang dinilai cukup membantu para pelaku UKM, misalnya memberikan relaksasi kredit, menggratiskan dan diskon listrik hingga 50 persen, serta program kemudahan suntikan modal. 

Distribusi Terhambat

Pemerintah terus berupaya untuk memaksimalkan jalur distribusi ke seluruh Indonesia lewat pembangunan infrastruktur besar-besaran di Indonesia. Proyek tersebut bahkan sudah dimulai sejak Presiden Joko Widodo menjabat di periode pertama.  Hasilnya cukup signifikan, jalur distribusi jadi lebih cepat, kesenjangan harga bisa dipangkas, dan laju perekonomian rakyat pun semakin kencang. Namun kini, Covid-19 telah ‘menghancurkan’ semua itu. Menurut data Asosiasi Tol Indonesia (ATI), lalu-lintas harian rata-rata (LHR) seluruh jalan tol di Indonesia mengalami penurunan antara 40-60 persen sejak awal Maret 2020. Penurunan ekstrim terjadi di wilayah Jabodetabek. Jika pada bulan Februari jumlah kendaraan yang melintas mencapai angka 3.19 juta kendaraan, di akhir Maret kemarin jumlah tersebut hanya tersisa 1.06 juta saja. Kondisi ini diperkirakan akan terus terjadi selama masa pandemi virus Corona. Terhentinya aktivitas distribusi tentu sangat merugikan pelaku bisnis UKM. Mereka kini kebingungan mencari cara mendistribusikan produk, terlebih bagi UKM yang sudah mulai memperluas jangkauan pasar hingga luar daerah, atau bahkan lintas pulau.

Penyedia Jasa Ikut Terpapar Dampak Covid-19

Tidak hanya UKM yang bergerak di sektor produksi rumahan, mereka yang bergerak di bidang jasa pun dilaporkan mengalami penurunan omset yang signifikan. Misalnya tukang cukur yang terpaksa harus kehilangan penghasilan akibat kebijakan social distancing. Mereka yang bekerja sebagai buruh harian lepas, seperti pegawai bangunan, makeup artis, pekerja wedding organizer, fotografer pernikahan, dan lainnya dilaporkan kesulitan mendapatkan penghasilan  karena sejumlah proyek terpaksa ditunda akibat pandemi virus Corona. Beruntung, pemerintah saat ini cukup berani mengambil kebijakan dengan tidak memberlakukan lockdown, sehingga beberapa UKM di daerah masih punya kesempatan untuk mencari cara agar tetap bisa ‘bertahan hidup’. Selain itu, ada beberapa kebijakan lainnya yang dinilai cukup membantu para pelaku UKM, misalnya memberikan relaksasi kredit, menggratiskan dan diskon listrik hingga 50 persen, serta program kemudahan suntikan modal. 

Semoga pandemi Coivd-19 ini cepat berlalu. Semoga pemerintah juga bijaksana dalam setiap keputusan-keputusan yang diambil. Dan semoga pemerintah tidak ada bermain kepentingan pribadi dalam pandemi ini. Dan untuk tenaga medis tetap semangat untuk bertindak dalam sisi kemanusiaan menyelamatkan para korban daripada mengikuti aturan yang berlaku namun mengabaikankan nyawa pasien. Terimakasih..

 

 

referensi :

idn.times.com

https://maucash.id/dampak-covid19-terhadap-bisnis-usaha-kecil-menengah-ukm-di-indonesia-2

https://accurate.id/marketing-manajemen/pengertian-manajemen-proyek/

https://www.jurnal.id/id/blog/pengertian-dan-tahapan-manajemen-proyek/






Comments

  1. Artikel yang bagus dan menarik. Mudah dipahami, menambah wawasan saya.

    ReplyDelete
  2. Wawww sangat informatif, apalagi UMKM skrg ini menjadi salah satu alternatif untuk mulai usaha. Keren!

    ReplyDelete
  3. Tentu saja pandemic sangat berdampak pada proyek yang ada saat ini, artikelnya sangat bagus dan cocok dibaca pada keadaan saat ini, semoga keadaan saat ini cepat berlalu yaa,,tetap semangatttt

    ReplyDelete
  4. Informasi dalam artikel ini jelas dan mudah dipahami. Sangat bermanfaat untuk menambah wawasan. Terima kasih kak dan semangat untuk selalu berkarya yaa kak

    ReplyDelete
  5. Sangat bagus, bisa menunjukkan secara gamblang proyek2 mana saja yang terhambat akibat penyebaran virus ini. Teirima kasih telah membagi ilmunya teman

    ReplyDelete
  6. Artikelnya menarik. Sgt membantu. Makasih kak.

    ReplyDelete
  7. Terimakasih atas artikel yang sangat informatif dan menarik, apalagi pembahasannya mengenai ketidakpastian dalam pandemi yang dihadapi pihak UKM. Tetap berkarya!!

    ReplyDelete
  8. Sangat menambah wawasan saya,

    ReplyDelete
  9. Artikel yang menarik. Sangat menambah wawasan saya. Trims ya

    ReplyDelete
  10. Menarik sekali artikel ini disertai dengan gambar dan penjelasan yang jelas.

    ReplyDelete
  11. Kerenn mas.. bisa jadi referensi untuk tugas nih

    ReplyDelete
  12. Mantap gan bisa dijadikan referensi

    ReplyDelete
  13. Sangat edukatif dan menambah wawasan

    ReplyDelete
  14. Sangat bermanfaat, terima kasih mimin

    ReplyDelete
  15. Ini sangat bermanfaat ditengah pandemi saat ini

    ReplyDelete

Post a Comment